The sweet change
Ia yang bagaikan bidadari berjalan dengan anggun bak bunga yang berlenggok dengan indah karena ditiup oleh angin... hidupnya penuh dengan limpahan harta dari kedua orang tuanya.
Dan nama gadis itu Rengganis, putri tunggal temumenggung wirojati dan ratu Palastri. Tapi dengan kehidupan seperti ini dia tidak merasa bahagia. Rasanya dia ingin pergi jauh, bukan ke desa seberang tanah kerajaan, karena mungkin dia sudah bosan dengan keindahan disana. Dia ingin ke tempat yang lebih jauh...
Saat itu bersama dua datangnya Putri Rengganis berjalan-jalan di kebun desa. Sampai tiba-tiba ada seekor anjing besar yang menyerangnya. Anjing yang terlihat tidak bersahabat itu terus berlari ingin menyerang sang putri. Tapi ketika dayang-dayangny ingin melindunginya. Ada seorang laki-laki yang melindunginya, dan tangan laki-laki itu menjadi sasaran anjing liar tersebut.
"Nimas tidak apa-apa?" tanya laki-laki yang mengenakan penutup wajah seperti topeng itu... namun dia bisa melihat dari matanya. Mata yang teduh memancarkan kasih sayang juga berbagai cerita.
300 tahun setelahnya...
"Apa-apaan ini? Mank nya ini aula punya leluhurnya apa? " gadis itu dengan persiapan tarinya menghampiri kumpulan anak laki-laki yang sedang menari modern. "Permisi, sepertinya kita udah rencanain duluan dari kemaren mau pentas disini, jadi kalian bisa gak latihannya besok aja."
"Ini kan tempat umum, klo udah rencanain duluan mana bukti suratnya."
Percakapan tersebut menjadi awal pertengkaran mereka...
Ya seperti itulah Kayla dan Juna selalu bertengkar membuat gaduh yang seharusnya memang tidak gaduh.
Malam ketika Kayla pulang ke rumah dengan perasaan letih yang amat sangat sambul berjalan lunglai memasuki kamarnya. Matanya yang tadi terkantuk-kantuk dengan ajaib terbuka lebar bagai mata bola besar yang menyeruak... melihat seorang gadis dengan penampilan klasik dan rambut panjang terjuntai. Terlebih lagi ketika gadis itu berbalik dan melihat dirinya sendiri... kontan suara teriakan Kayla meledak. Tapi percuma tidak ada yang mendengarnya. Orang tuanya sedang pergi...
Sepertinya awal perkenalan itu menjadi sebuah hubungan persahabatan, memang awalnya Kayla terkejut dan tak percaya, Tapi semenjak mengenal Rengganis dia tidak merasa kesepian lagi... ya, gadis itu Rengganis.
Keinginannya terkabul dia pergi ke tempat lain yang jauh dan berbeda dari dunianya yang sebenarnya. Semua karena benda ajaib yang dibawa oleh pamannya. Sebuah guci dari perjalanan jauh pamannya. Tepat bulan purnama Rengganis masuk ke dalam guci itu meninggalkan selendang tari sutrany di permadaninya yang indah.
Saat itu sesuatu yang tidak diinginkan terjadi, Kayla jatuh sakit, tepat satu hari sebelum pertunjukan tari tradisional di sekolahnya. Dan Kayla menawarkan pertukaran yang baik.
Saat Pertunjukan tari berlangsung semua penonton seakan terhipnotis dengan tarian rengganis yang dianggap sebagai Kayla... penonton seakan terbawa ke dunia surgawi. Rengganis membayangkan dirinya ketika menari di hadapan para senopati dan putri-putri kerajaan lain saat pesta adat.
Selesai menari, ada seorang laki-laki memberikannya bunga... setelah menerima bunga itu, Rengganis melihat samar-samar di tangan laki-laki itu ada bekas gigitan hewan dan ketika melihat mata laki-laki dia seperti mengenalnya. Mata yang memancarkan kasih sayang dan cerita...
"Selamat, Kayla.... sekarang aku benar-benar mengakui kehebatan kamu dalam menari. Dan bisakah aku, Juna mengajak kamu berkolaborasi di pentas seni selanjutnya?"
Rengganis mengambil selendangnya lalu menutupi setengah wajah Juna hingga hanya terlihat kedua matanya saja.
"Kau..." dan perasaan rindu yang manis kembali menyelimutinya dari pertukaran yang manis ini
*** fin
No comments:
Post a Comment