Saturday, July 20, 2019



Prolog

Seorang pria dengan mata biru yang indah, sebiru lautan. Menatap intens gadis yang sedang minum dengan gugup. Gadis itu hanya melirik sesekali, mengigit bibir, menggenggam tangannya bergantian, dan dia bisa merasakan keringat lekat pada tangannya mungilnya saat dia menuntunnya.
Ruang tamu bergaya mediterania tampak anggun ditemani perapian yang menyala api. Tapi sepertinya tidak mengurangi hawa gugup dan degup jantung yang bertalu dari si gadis bersweter ungu itu.
Mata bulatnya menatap canggung pada pria itu. "Rebbeca... atau anda bisa memanggil saya Eca," ucapnya lirih.
Pria yang duduk di sofa tunggal dengan pahatan sempurna itu. Mengusap dagunya. Baju kaos lengan panjang yang pria itu pakai masih bisa memperlihatkan lekuk tubuh gagahnya. Dia tersenyum lalu memajukan tubuhnya pada Rebbeca yang duduk di seberangnya. "Namaku Banyu Mahendra. Aku akan menolong kamu." Banyu tersenyum. Berusaha menampilkan sikap yang baik demi apapun. Walau begitu tak dipungkiri wajah cantik Rebbeca mampu membiusnya sejenak.
Banyu menemukan wanita ini berlari-lari di daerah Paris Van sore tadi. Wajah ketakutan dan mereka bertemu hampir bertabrakan. Karena sore itu sepi. Gadis itu menangis dan memohon di hadapannya. Banyu sempat berpikir dia pengemis atau orang gila. Ah, tapi penampilan dan fisiknya masih lebih bagus dari mereka.
Senyum Rebbeca terbit. "Terima kasih." Lalu kembali murung dan memegang mug berisi teh hangat itu dengan kuat sampai kukunya memutih. "Aku tak mau bertemu dia lagi... Tidak... Mereka jahat! Pria pengkhianat... Ah! Pokoknya aku tak mau bertemu mereka lagi! Aku sudah pernah hidup tenang jauh dari mereka. Tapi, dia bisa... Menemukanku." Mata Rebbeca membulat sarat akan teror yang mencekamnya.
Banyu sedikit panik melihat tingkah dan raut yang berubah ketakutan. "Tenang, Eca. Sssttt," Banyu beranjak dari duduknya lalu pria itu memeluknya. Mengusap rambutnya. Entahlah dia tak peduli dengan gerak refleks memeluknya.
Bagi Banyu ini semua semakin rumit, dia jadi gelisah. Sedangkan bagi Rebbeca, Pria ini adalah penolongnya
______________
Tbc
DA.

No comments:

Post a Comment